HIV/AIDS tetap menjadi tantangan kesehatan global yang signifikan di Indonesia, dengan tren penularan yang mulai didominasi oleh kelompok usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi kerja sama internasional antara Pemerintah Indonesia dan World Health Organization (WHO) serta organisasi internasional lainnya dalam meningkatkan efektivitas penanggulangan HIV/AIDS periode 2019 - 2024. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini mengaplikasikan Teori Efektivitas Rezim Internasional yang mencakup tiga dimensi: output, outcome, dan impact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi output tercapai melalui adopsi standar WHO ke dalam kebijakan teknis nasional seperti perluasan akses Terapi Antiretroviral (ARV). Pada dimensi outcome, terdapat peningkatan aksesibilitas layanan bagi populasi kunci dan digitalisasi edukasi kesehatan. Namun, pada dimensi impact, meskipun terjadi penurunan infeksi baru sebesar 52%, keberlanjutan program masih menghadapi hambatan berupa ketergantungan pendanaan eksternal, stigma sosial, dan kesenjangan fasilitas antarwilayah. Kerja sama internasional terbukti krusial dalam menutup celah kapasitas riset dan teknologi, namun transisi menuju kemandirian domestik diperlukan untuk menjaga momentum keberhasilan eliminasi HIV pada tahun 2030.
Copyrights © 2026