Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi visi spiritualitas Mgr. Henricus Leven, SVD (1883–1953), Vikaris Apostolik Kepulauan Sunda Kecil sekaligus pendiri Kongregasi Pengikut Yesus (CIJ), dengan model spiritualitas terintegrasi kontemporer. Spiritualitas modern dipahami sebagai pencarian makna, tujuan, dan koneksi transenden yang mengintegrasikan dimensi psikologis, sosial, dan eksistensial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif historis-hermeneutik dengan analisis dokumen dan kajian literatur. Data diperoleh dari arsip gereja, biografi, serta literatur akademik tentang spiritualitas terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep integrasi berlandaskan nilai integritas, dengan tujuan menciptakan persatuan dan kesejahteraan. Spiritualitas, menurut para ahli, merupakan pengalaman hidup yang menghubungkan iman, nilai, dan praksis sehari-hari. Dalam konteks historis, Henricus Leven mewujudkan spiritualitas terintegrasi melalui kepemimpinan berakar pada iman, pelayanan tanpa pamrih, keberanian menghadapi penderitaan, serta pembinaan komunitas religius pribumi. Nilai-nilai spiritualitas Leven relevan dengan kerangka spiritualitas modern yang holistik dan inklusif.
Copyrights © 2026