Artikel ini mengeksplorasi perjalanan dan wacana spiritual tokoh Hendrikus Leven dalam bingkai kehidupan sehari-hari serta makna teologis dari praktik spiritualitasnya. Pendekatan dilakukan melalui dialog konseptual antara penghayatan iman, praktik teologis, dan realitas hidup muda-masyarakat misi yang dilaluinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa spiritualitas Leven tidak hanya dimaknai sebagai hubungan vertikal manusia-Tuhan, tetapi juga sebagai hubungan horizontal: manusia-sesama dan manusia-lingkungan. Praktik teologisnya tekanan pelayanan, inkulturasi, dialog antar budaya, dan komitmen terhadap kaum marjinal sebagai wujud iman yang konkret. Dengan demikian, spiritualitas kehidupan dalam kerangka Leven muncul sebagai sintesis antara iman yang murni dan tindakan nyata di ruang sosial. Artikel ini menyatakan bahwa dialog spiritual-praktik teologis menjadi kunci untuk memahami bagaimana spiritualitas dapat diterapkan dalam konteks konkret kehidupan sehari-hari dan misi gerejawi. Akhirnya, artikel ini merekomendasikan agar pengembangan spiritualitas kontemporer memperhatikan kesinambungan antara doktrin, kultur lokal, dan tindakan sosial sebagai satu kesatuan yang utuh.
Copyrights © 2026