Resistensi antibiotik merupakan masalah serius di bidang kesehatan karenamenurunkan efektivitas terapi dalam mengatasi infeksi bakteri. Oleh karena itu, pencarianagen antibakteri baru dari bahan alam menjadi penting. Salah satu pendekatan yangbanyak digunakan adalah molekular docking, yang mampu memprediksi interaksi antarasenyawa aktif tanaman dengan protein target bakteri secara cepat, efisien, dan hematbiaya. Artikel tinjauan ini merangkum hasil penelitian terkini mengenai potensi berbagaitanaman seperti daun kelor (Moringa oleifera), kunyit putih (Curcuma zedoaria), bawangputih (Allium sativum), jahe (Zingiber officinale), lempuyang (Zingiber aromaticum),rosela (Hibiscus sabdariffa L.), jeruk nipis (Citrus aurantiifolia), kumis kucing(Orthosiphon stamineus Benth), daun waru (Hibiscus tiliaceus), dan mangrove(Rhizophora stylosa) sebagai antibakteri. Senyawa bioaktif seperti quercetin,curcumenol, germacrone, alliin, gingerol, serta zerumbone dilaporkan memiliki afinitasikatan baik terhadap protein target bakteri, termasuk DNA gyrase, MurE, dan PBP2.Beberapa senyawa bahkan menunjukkan nilai binding affinity mendekati atau lebih baikdibandingkan antibiotik standar. Dengan demikian, molekular docking menggunakanperangkat lunak seperti AutoDock dapat dijadikan tahap awal skrining kandidat obatantibakteri alami. Pendekatan ini berpotensi mendukung pengembangan fitofarmakayang efektif dan aman dalam menghadapi resistensi antibiotik.
Copyrights © 2026