Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Meningkatnya prevalensi diabetes melitus tipe 2 (DMT2) mendorong pencarian terapi alternatif yang lebih aman dibandingkan obat sintetik. Artikel ini bertujuan merangkum temuan terkini mengenai potensi antidiabetes dari senyawa bioaktif tanaman obat, khususnya flavonoid dan fenolik. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional periode 2018–2025, meliputi studi in silico, in vitro, dan in vivo terkait agen antidiabetes berbasis bahan alam. Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa tanaman seperti kumis kucing (Orthosiphon stamineus), pepaya (Carica papaya), ketapang (Terminalia catappa), bunga telang (Clitoria ternatea), dan enceng gondok (Eichornia crassipes) memiliki mekanisme kerja ganda. Mekanisme tersebut meliputi penghambatan enzim pencernaan karbohidrat (α-glukosidase, α-amilase, maltase-glukoamilase), aktivasi PPAR-γ, serta pencegahan komplikasi diabetes. Senyawa bioaktif dari tanaman obat menunjukkan prospek menjanjikan sebagai agen antidiabetes alami dengan tingkat keamanan yang lebih baik dan mudah diakses masyarakat. Meski demikian, uji praklinis dan klinis masih diperlukan untuk memastikan efektivitas serta keamanan penggunaannya.
Copyrights © 2026