Picky eating merupakan perilaku memilih makanan secara berlebihan yang dapat berdampak pada ketidakcukupan gizi remaja, seperti rendahnya asupan vitamin dan mineral, gangguan pencernaan, hingga risiko terhambatnya pertumbuhan, yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan remaja tentang gizi seimbang. Media edukasi berupa video animasi dinilai lebih menarik dan berpotensi meningkatkan pemahaman remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video animasi terhadap pengetahuan remaja mengenai picky eating di wilayah Semarang. Penelitian menggunakan metode quasi-eksperimen dengan desain non-equivalent control group, melibatkan 72 responden yang dipilih melalui purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang terdiri dari 14 butir pernyataan valid. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perubahan pengetahuan dalam kelompok dan uji Mann–Whitney U untuk membandingkan perbedaan skor antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok (p < 0,05), serta terdapat perbedaan peningkatan skor pengetahuan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p < 0,05), dengan median skor kelompok intervensi lebih tinggi. Oleh karena itu, video animasi terbukti lebih efektif dibandingkan metode ceramah konvensional dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang picky eating.
Copyrights © 2026