Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KEMAMPUAN SOSIALISASI ANAK RETARDASI MENTAL USIA SEKOLAH DI SLBN SEMARANG Herry Susanto; Tri Irmawati
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak retardasi mental memiliki keterbatasan sosialisasi dikarenakan tingkat kecerdasannya rendah, sehingga cukup sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan sosialisasi anak retardasi mental usia sekolah di SLB N Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan kuesioner. Jumlah responden sebanyak 39 orang tua dan anaknya dan dengan teknik total sampling. Data diolah menggunakan uji deskriptif. Hasil: Responden (anak) yang memiliki kemampuan sosialisasi yang baik yaitu sebanyak 51,3%. Simpulan: Sebagian dari total anak retardasi mental usia sekolah memiliki kemampuan sosialisasi yang baik.
PENGARUH CAKUPAN ASI ESKLUSIF TERHADAP BERAT BADAN BAYI DI DESA TEMPURAN KECAMATAN DEMAK KABUPATEN DEMAK Isna Hudaya; Herry Susanto
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v10i1.132

Abstract

Latar Belakang: Pemberian ASI Esklusif selama 6 bulan pertama dapat meningkatkan pertumbuhandan perkembangan anak secara optimal, akan tetapi kadang masih sulit untuk diterapkan denganberbagai latar belakang adat kebiasaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh cakupan ASIEsklusif terhadap berat badan bayi di Desa Tempuran, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian analytic comparative observasional danpendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan kuesioner dan lembar observasi. Jumlahresponden sebanyak 156 bayi dengan usia 7-36 bulan dengan teknik purposive sampling. Analisisyang digunakan adalah Mann Whitney U–test. Hasil: Responden (bayi) dengan ASI Esklusifmemiliki rata- rata berat badan 6,89 sedangkan rata-rata berat badan bayi yang diberikan ASI tidakeksklusif yaitu 7,403 kg. Analisis bivariate menunjukkan p-value sebesar 0,000. Simpulan: ratarata berat badan bayi yang diberikan ASI tidak eksklusif lebih besar dari rata-rata berat badan bayi yang diberikan ASI eksklusif. Hal ini disebabkan karena bayi mendapatkan sumber nutrisi dari berbagai makanan yang diberikan selain pemberian ASI.
PENDAMPINGAN IBU HAMIL MELALUI PROGRAM ONE STUDENT ONE CLIENT (OSOC) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GENUK SEMARANG Apriliani Yulianti Wuriningsih; Sri Wahyuni; Tutik Rahayu; Hernandia Distinarista; Indra Tri Astuti; Nopi Nur Khasanah; Herry Susanto; Kurnia Wijayanti; Iskim Luthfa; Nutrisia Nu’im Haiya; Dyah Wiji Puspitasari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.127 KB)

Abstract

Maternity nursing is part of health services to improve women's health, one of them is high-risk pregnancies. OSOC Program is a program launched by the Central Java Government in an effort to decrease the high Maternal Mortality Rate (MMR) in Central Java based on the continuity of care approach. Direct learning experiences method was used in the community by placing students in each chosen area. Each student will get one client that he / she is managing during the learning experience. All clients in each region has supervisor, thus there was one student one client. There were 40 high risk pregnant women. After accompaniment, there was a significant result. Pregnant women took more than 90% Fe tablets since from the beginning of pregnancy, pregnant women and families prepared with birth planning and prevention of complications program, pregnant women and families who signed the delivery order from 85% up to 100%. Pregnant women who joined the pregnancy class rose from 75% to 100% after being accompanied by students. OSOC program can improve the welfare of mother and fetus. This program can be continued as the continuous basis by enhancing multisectoral further coordination.
Effects of Cold Compress on the Heguous Point of Meridian Large Intestine on Pain before Giving Immunization in Infants Indra Tri Astuti; Kurnia Wijayanti; Laila Nuraini; Nopi Nur Khasanah; Herry Susanto
Jurnal Ners Vol. 14 No. 3 (2019): Special Issue
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.636 KB) | DOI: 10.20473/jn.v14i3.17184

Abstract

Introduction: In basic immunizations received by infants 90% are given by injection. The immunization given by injection is a source of pain which can cause anxiety and trauma not only in infants but also for their families. Thus, it is necessary to deal with the pain with appropriate management. One non-pharmacological therapy that can be used to reduce pain is by providing cold compresses. The aim of this study was to determine the effects of cold compress on the heguous point of meridian large intestine on pain before giving immunization.Methods: This study used the quasi experimental method of posttest design with control group. This study used the instruments of Face, Legs, Activity, Cry and Consolability (FLACC) Behavioral Pain Assessment Scale to measure the pain. The sample was 42 people taken by consecutive sampling. The research data were analyzed by using the Mann Whitney test. The results obtained a p value equal to 0.023 (<0.05).Results: This indicates that there were significant differences in pain scores between the two groups, meaning that there is a significant effect of giving cold compresses to the pain score before giving immunization.Conclusion: This result explains that cold compresses carried out at the heguous point can be used as an alternative for management for non-pharmacological pain in infants during immunization.
UJI EFIKASI HERBISIDA NATRIUM BISPIRIBAK TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA, PERTUMBUHAN TANAMAN DAN HASIL PADI SAWAH (Oryza sativa L.) Elizabeth Hardini P; Hidayat Pujisiswanto; Niar Nurmauli; Herry Susanto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1184

Abstract

Produksi padi mengalami penurunan akibat keberadaan gulma. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara kimiawi menggunakan herbisida berbahan aktif natrium bispiribak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) dosis herbisida natrium bispiribak yang dapat mengendalikan gulma padi sawah, (2) apakah terjadi perubahan komposisi jenis gulma setelah aplikasi herbisida, (3) apakah terjadi fitotoksisitas dan penghambatan pertumbuhan serta hasil padi sawah akibat aplikasi herbisida natrium bispiribak. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah dan Laboratorium Ilmu Gulma, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung bulan Juli sampai Oktober 2018. Hasil penelitian menunjukkan herbisida natrium bispiribak dosis 30 hingga 60 g ha-1 dan penyiangan manual mampu mengendalikan gulma total, gulma golongan daun lebar, golongan rumput, dan golongan teki. Aplikasi herbisida natrium bispiribak dosis 30 hingga 60 g ha-1 dan penyiangan manual menyebabkan terjadinya perubahan komposisi gulma. Aplikasi herbisida natrium bispiribak tidak meracuni dan tidak menghambat pertumbuhan dan hasil padi sawah
PENGARUH PROGRAM LIMBAT (LIMBAH SEHAT) TERHADAP KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT PEDESAAN Anggie Pradana Putri; Tri Yuniarti; Herry Susanto
Avicenna : Journal of Health Research Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.97 KB) | DOI: 10.36419/avicenna.v2i2.304

Abstract

Latar Belakang : Indonesia Sehat yang paripurna berada dalam perjalanan realisasinya. Salah satu program yang dicanangkan pemerintah Indonesia untuk pencapaian target nasional tersebut adalah dengan membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Berdasarkan hasil Riskesdas 2017 proporsi nasional rumah tangga dengan PHBS baik adalah 32,3%. Propinsi Jawa Tengah masih merupakan salah satu propinsi yang masih berada di bawah target pelaksanaan PHBS yang baik. Kabupaten Boyolali menjadi bagian dari salah satu kabupaten berkembang di Jawa Tengah. Komposisi masyarakatnya yang majemuk dengan region yang maju menjadikan pembentukan pola kehidupan sehari-harinya beragam. Temuan terkait jamban yang kurang sehat, pengelolaan limbah ternak yang kurang baik hingga mencemari air untuk kebutuhan sehari-hari, pengelolaan sampah rumah tangga yang belum maksimal karena masih banyak ditemukan masyarakat membuang sampah di pekarangan rumah; masih menjadi pekerjaan dari tenaga kesehatan untuk mewujudkan perubahan perilaku kesehatan masyarakat Cabean Kunti, Boyolali ke arah yang lebih sehat. Inovasi pengelolaan limbah rumah tangga dan ternak yang lebih baik serta sehat (LIMBAT) diimplementasikan untuk solusi masalah tersebut. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh LIMBAT terhadap kualitas kesehatan masyarakat pedesaan. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experiment dengan rancangan pretest-posttest with control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh warga dukuh Rejosari, kelurahan Cabean Kunti, kecamatan Cepogo, kabupaten Boyolali. 114 kepala keluarga menjadi subyek penelitian ini. Peneliti menggunakan kuesioner untuk pengumpulan data, sebelumnya dilakukan uji validitas dan realibilitas. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan pairing t-test. Hasil : Terdapat perubahan kualitas kesehatan antara sebelum perlakuan (pre-test) dan setelah perlakuan (post-test) pada kelompok kontrol (p0.000. Simpulan: Terdapat pengaruh program LIMBAT (Limbah Sehat) terhadap kualitas kesehatan masyarakat pedesaan.
Penguatan Peran Kader sebagai Center for Child Development (CCD) di Posyandu Arum Sari O7 Desa Kembangarum Nopi Nur Khasanah; Indra Tri Astuti; Kurnia Wijayanti; Herry Susanto; Retno Issroviatiningrum
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2022): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v7i1.1549

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah masalah utama yang saat ini dihadapi oleh Indonesia di bidang kesehatan. Pada anak di bawah dua tahun, total ada 18 provinsi dengan prevalensi tinggi (30%- < 40%) yang memiliki masalah status gizi sangat pendek dan pendek, yang salah satunya adalah Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kader Posyandu sebagai garda terdepan perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk dapat menjalankan tugasnya secara optimal dalam memantau tumbuhnya anak di bawah lima tahun. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan kader anak di bawah lima tahun untuk dapat melakukan pemantauan pertumbuhan yang terperinci, serta melakukan stimulasi perkembangan anak di bawah lima tahun yang datang ke Posyandu. Hasilnya: ada peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini tumbuh kembang anak dan pengukuran pertumbuhan keterampilan serta perkembangan Kader Posyandu Arum Sari yang terdiri dari 29 kader setelah diberikan pelatihan. Ada peningkatan pengembangan keterampilan atau screening pertumbuhan pada 6 kader Posyandu Arum Sari 07 setelah pendampingan. Posyandu dapat berfungsi sebagai Center for Child Development (CCD) melalui pelatihan intensif.
GAMBARAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT SERTA PERILAKU MENGGOSOK GIGI ANAK USIA SEKOLAH Nopi Nur Khasanah; Herry Susanto; Weny Feftiana Rahayu
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 4 (2019): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.013 KB)

Abstract

Menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan dengan cara menggosok gigi yang baik dan benar. Masalah kesehatan gigi dan mulut paling banyak dialami oleh anak usia 6-12 tahun. Penyebab yang sangat mendasar adalah kurangnya kesadaran diri sendiri dan orang tua dalam membiasakan anak menggosok gigi yang baik dan benar serta tepat waktu. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi tubuh ketika kondisi gigi dan mulut tidak bersih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kesehatan gigi dan mulut serta perilaku menggosok gigi pada anak usia sekolah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi menggunakan SOP gosok gigi. Jumlah responden sebanyak 119 siswa dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian diolah secara statistik. Hasil analisis diperoleh bahwa 119 siswa sebagian besar memiliki karakteristik usia 11 tahun dengan tingkat pendidikan sebagian besar kelas 4. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 44,5% memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut tinggi dan sebanyak 55,5% memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut rendah. Selain itu, sebanyak 26,9% siswa kelas 4, 5 dan 6 SDN Gebangsari 02 Semarang memiliki perilaku sesuai SOP dalam gosok gigi. Namun, 73,1% diketahui memiliki perilaku tidak sesuai SOP dalam gosok gigi. Terdapat 37 responden (31,1%) memiliki pengetahuan kesehatan gigi dan mulut tinggi namun perilaku menggosok gigi tidak sesuai SOP. Kata kunci: kesehatan gigi dan mulut, anak usia sekolah, perilaku menggosok gigi THE DESCRIBE DENTAL AND ORAL HEALTH TOWARD BRUSHING TEETH PRACTICE AMONG SCHOOL AGE CHILDREN ABSTRACT Maintaining healthy teeth and mouth, can be done by brushing teeth properly. The majority dental and oral health problems are experienced by child aged 6-12 years. Those disorders are caused by the lack of self-awareness of the children and their parents in getting children to brush their teeth properly. This can affect the condition of the body when the oral condition is not hygiene. The purpose of this study was to determine the describe dental and oral health toward brushing teeth practice among school age children.This research was quantitative research with a descriptive research design. Data were collected by using questionnaires and observation of brushing teeth practice. The number of respondents were 119 students selected by purposive sampling technique. Furthermore, the data were processed statistically. The results of the analysis showed that of 119 students, mostl of them aged 11 year as many as 44.5% with the level of education of most of them 4th grade accaunted for 34.5%. The results showed that 44.5% (n = 53) had high knowledge about dental and oral health and as many as 55.5% (n = 66) had knowledge of low oral and dental health. In addition, as many as 26.9% (n = 32) 4th, 5th and 6th grade students of Gebangsari 02 Elementary School Semarang had behavior in accordance with the standard practice in brushing their teeth. However, 73.1% (n = 87) were known to have inappropriate standard practice behavior in brushing teeth. There were 37 respondents (31.1%) having high dental and oral health knowledge but brushing behavior was not in accordance with the SOP. Keywords: dental and oral health, school-age children, brushing teeth practice
Uji Sifat Campuran Herbisida Berbahan Aktif 2,4-D Dimetil Amina+Isopropilamina Glifosat terhadap Gulma Ottochloa nodosa, Cyperus rotundus, dan Praxelis clematidea Ardan Maulana; Herry Susanto; Hidayat Pujisiswanto; Nanik Sriyani
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v23i1.2294

Abstract

Chemical weed control in cultivated plants generally uses one herbicide active ingredient, but its effectiveness in controlling weeds can be increased by mixing herbicides. Mixing of more than 1 active ingredient can be additive, synergistic, and antagonistic with other active ingredients. Therefore, it is necessary to study the combination of herbicide active ingredients that will be used. The aim of the study was to determine the herbicide properties of a mixed 2,4-D dimethyl amine + Isopropylamine Glyphosate applied to the weeds Ottochloa nodosa, Cyperus rotundus, and Praxelis clematidea whether additive, synergistic, or antagonistic. The research was carried out from December 2020 to February 2021, at the Integrated Field Greenhouse and Weed Science Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Lampung. Using a Randomized Block Experiment Design (RAK) with treatment consisting of the herbicide Goldenstar with a single active ingredient 2,4- D dimethyl amine 100g/l with doses of active ingredients consisting of 25, 50, 100, and 200 g/ha, Isopropylamine Glyphosate 300 g/l with doses of active ingredients consisting of 75, 150, 300, and 600, g/ha and herbicides Goldenstar active ingredient mixture of 2,4-D dimethyl Amine + Isopropylamine Glyphosate 100/300 g/l with a dose of active ingredients consisting of 50, 100, 200, and 400 g/ha and control treatment (without herbicides). The target weeds included Otthocloa nososa, Cyperus rotundus, and Praxelis clematidea. Analysis to test the nature of herbicide mixture using the MSM (Multiplicative Survival Model) test. Furthermore, the co-toxicity value was calculated by comparing the expected LD50 and treatment LD50 values. The results showed that mixing herbicide with the active ingredient 2,4-D dimethyl Amine + Isopropylamine Glyphosate 100/300 g/l on the dry weight accumulation of the weeds Ottochloa nodosa, Cyperus rotundus, and Praxelis clematidea had an LD50 of 1.8424 g/ha and an LD50 of treatment. The expectation is 4.8270 g/ha with a co-toxicity value of 2.6 (co-toxicity value > 1) so that the herbicide mixture with the active ingredient 2,4-D dimethyl Amine + Isopropylamine Glyphosate 100/300 g/l is synergistic. . Keywords : 2,4-D dimethyl amine, Isopropylamine glyphosate, LD50, MSM (Multiplicative Survival Model)
Efficacy of atrazine 500 g/l Herbicide against Various Types of Weeds and Its Impact on Maize Plants (Zea mays Linnaeus) Ibrohim Ibrohim; Hidayat Pujisiswanto; Niar Nurmauli; Herry Susanto
Jurnal Proteksi Tanaman Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Plant Protection Departement, Faculty of Agriculture, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpt.7.1.22-33.2023

Abstract

Atrazine 500 g/l is a selective herbicide that can be applied during pre- or post-growth of corn. This study aimed to determine the effective level of dosage in controlling weeds in the corn planting area and its impact on growth and corn yields. The study was conducted at the Experimental Garden of Universitas Lampung, South Lampung, and the Weed Laboratory of the Faculty of Agriculture, Universitas Lampung, from August to November 2022. The study used a Randomized Block Design (RBD) with seven treatments and four replications. The treatment consisted of 5 herbicide doses (Atrazine 500 g/l (500, 750, 1,000, 1,250, and 1,500 g/ha), manual weeding, and control. The results showed that Atrazine 500 g/l at doses of 750 - 1,500 g/ha effectively controlled the growth of total weeds, broadleaf and grass weeds, Digitaria ciliaris, and Richardia brasiliensis. While at doses of 500–1,500 g/ha, it effectively controlled Eleusine indica, Cleome rutidosperma, and Commelina benghalensis. Those doses did not poison, and did not inhibit growth, and the yield of maize.