Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran As Sa’di dan Qurais Shihabdalam menafsirkan ayat etika pertemanan dalam Al-Qur’an. Jenis penelitian adalah penelitianlibrary research. penulis menggunakan metode pendekatan muqarrin (perbandingan).Berdasarkan kajian analisis terhadap kedua mufassir secara garis besar dapat disimpulkandiantaranya Quraish Shihab mengemukakan bahwa, etika pertemanan adalah menghindaripertemanan atas dasar kepentingan duniawi dan saling memberi manfaat. Sedangkan menurutAs Sa’di etika dalam pertemanan tidak hanya sebatas pada pertemanan yang didasarkankepentingan duniawi atau saling memberi manfaat saja akan tetapi, pertemanan yangmenjauhkan diri dari kekufuran, pendustaan, kemusyrikan dan kemaksiatan kepada Allah.Kedua tafsir ini merupakan tafsir kontemporer, akan tetapi terdapat beberapa perbedaan cirikhas dalam penafsirannya. Misalnya tafsir al-Misbah kandungan pembahasan ayatnya menitikberatkan kepada masalah-masalah sosial. Adapun salah satu ciri khas tafsir ini adalahkonsistensinya dalam mengurai kalimat-kalimat dalam setiap ayat al-Qur’an. Sedangkan kitabtafsir As Sa’di menghindari kalimat-kalimat sisipan yang bertele-tele, memiliki gaya bahasayang sederhana dan jelas. Tafsir ini juga menghindari penyebutan perselisihan pendapat dantakwil.
Copyrights © 2025