ABSTRACT Smoking and the use of electronic cigarettes (vaping) among Indonesian adolescents remain serious health issues influenced by low knowledge and permissive environmental attitudes. This community service activity aims to improve knowledge and change students' attitudes to be more negative towards smoking and vaping behaviors. The activity was conducted at SMKN 1 Banyudono, involving 24 students as participants. The implementation method included interactive counseling, participatory discussions, and pre-test and post-test measurements covering knowledge and attitude variables. The results showed a significant increase in both variables. The average knowledge score increased from 54.1 (poor category) to 87.5 (good category). Meanwhile, the average pro-health attitude score increased from 48.5 (hesitant/permissive attitude) to 82.0 (anti-smoking/vaping attitude). Participants showed a shift in perspective, viewing vaping no longer as a modern lifestyle but as a health threat that could hinder future careers. In conclusion, comprehensive health education relevant to the professional world is effective in forming anti-smoking attitudes among vocational students. Keywords: Adolescents, Smoking, Vaping, Knowledge, Attitude ABSTRAK Merokok dan penggunaan rokok elektrik (vape) di kalangan remaja Indonesia masih menjadi masalah kesehatan serius yang dipengaruhi oleh pengetahuan yang rendah dan sikap permisif lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta mengubah sikap siswa menjadi lebih negatif terhadap perilaku merokok dan vaping. Kegiatan dilaksanakan di SMKN 1 Banyudono dengan melibatkan 24 siswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi partisipatif, serta pengukuran pre-test dan post-test yang mencakup variabel pengetahuan dan sikap. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua variabel. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 54,1 (kategori kurang) menjadi 87,5 (kategori baik). Sementara itu, rata-rata skor sikap mendukung kesehatan meningkat dari 48,5 (sikap ragu-ragu/permisif) menjadi 82,0 (sikap menolak rokok/vape). Peserta menunjukkan perubahan pandangan bahwa vape bukan lagi gaya hidup modern, melainkan ancaman kesehatan yang dapat menghambat karir masa depan. Kesimpulannya, edukasi kesehatan yang komprehensif dan relevan dengan dunia kerja efektif dalam membentuk sikap anti-rokok pada siswa SMK. Kata kunci : Remaja, Rokok, Vape, Pengetahuan, Sikap
Copyrights © 2026