Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku botol 600 ml di PT. Swabina Gatra menggunakan metode Fuzzy Economic Order Quantity (Fuzzy EOQ). Metode ini diterapkan untuk mengatasi ketidakpastian dalam permintaan dan biaya yang tidak dapat dijelaskan secara deterministik oleh model EOQ klasik. Data yang digunakan meliputi permintaan tahunan, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan selama periode Mei 2024–April 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ klasik menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp 12.868.501, sedangkan metode Fuzzy EOQ menghasilkan total biaya sebesar Rp 1.868.271 dengan kuantitas pesanan optimal 16.700 unit (167 ball). Dengan demikian, metode Fuzzy EOQ mampu menurunkan biaya persediaan sebesar 85,5% dibandingkan metode EOQ klasik. Hasil ini membuktikan bahwa penerapan metode Fuzzy EOQ dapat meningkatkan efisiensi biaya dan keandalan sistem pengendalian persediaan di perusahaan manufaktur. Kata Kunci: Fuzzy EOQ, Pengendalian Persediaan, Biaya Persediaan, Ketidakpastian, AMDK.
Copyrights © 2026