Permukiman pesisir masyarakat Mandar terbentuk tidak hanya oleh kebutuhan ekologis dan aktivitas perikanan, tetapi juga oleh nilai budaya serta praktik spiritual yang hidup dalam keseharian warganya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran perempuan dalam pembentukan ruang spiritual permukiman pesisir Suku Mandar di Lingkungan Tanangan. Berangkat dari keterbatasan kajian sebelumnya yang lebih banyak menempatkan perempuan dalam kerangka peran ganda domestik dan ekonomi, penelitian ini memandang perempuan sebagai aktor sosial yang berkontribusi langsung dalam membangun makna ruang. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui penelitian lapangan, menggunakan pendekatan sosiologis dan fenomenologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan mengaitkan temuan lapangan pada konsep produksi ruang, ruang bergender, lanskap spiritual, serta nilai budaya sibaliparriq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Mandar memainkan peran penting dalam membentuk ruang domestik sebagai ruang spiritual melalui praktik ritual sehari-hari, pengelolaan ruang rumah, pengaturan perilaku keluarga, serta pewarisan nilai-nilai kosmologis yang berkaitan dengan keselamatan dan keseimbangan hidup pesisir. Praktik-praktik tersebut membentuk lanskap spiritual yang tidak selalu tampak secara fisik, namun berfungsi menjaga ketahanan sosial dan rasa aman dalam kehidupan nelayan. Temuan ini menegaskan bahwa ruang spiritual permukiman pesisir merupakan hasil dari praktik sosial yang dijalankan secara berulang oleh perempuan, sehingga memperluas pemahaman tentang peran perempuan Mandar sebagai produsen ruang bermakna dalam kehidupan pesisir.
Copyrights © 2026