Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Industri Kelapa Sawit Terhadap Lingkungan Perumahan dan Permukiman di Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah Diniati, Wiwid; Warouw, Fela; Supardjo, Surijadi
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 12 No. 1 (2023): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v12i1.48815

Abstract

Lokasi industri kelapa sawit di Kecamatan Budong-Budong berada pada kawasan industri yang berdekatan dengan lingkungan perumahan permukiman, dalam RTRW Kabupaten Mamuju Tengah 2017-2037 peruntukan lahan di Kecamatan Budong-Budong terdiri dari kawasan lindung dan kawasan budidaya termasuk didalamnya kawasan industri dan kawasan permukiman. Kondisi Lingkungan Perumahan dan Permukiman serta Infastruktur khususnya sangat terpengaruh oleh kawasan industri karena berada di sekitar kawasan industri, untuk menjawab rumusan masalah yang ada maka analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis kondisi eksisting menggunakan teknis analisis overlay untuk mengetahui perubahan spasial, skoring pembobotan dengan skala likert guna mengetahui kondisi ketersediaan Prasarana sarana dan utilitas di lingkungan perumahan permukiman serta analisis deskriptif berdasarkan persepsi masyarakat menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengetahui dampak industri terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Dari hasil analisis dampak keberadaan industri kelapa sawit terhadap penggunaan lahan sekitar kawasan industri di Kecamatan Budong-Budong memperlihatkan bahwa terjadi perubahan yang signifikan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, hasil analisis terhadap kondisi fisik lingkungan perumahan dan permukiman menunjukkan bahwa indikator jalan dan MCK berdampak positif. Sedangkan pada kondisi limbah, drainase dan persampahan berdampak negatif. Dampak industri pada kondisi sosial-ekonomi membawa dampak sangat positif dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat, status sosial-ekonomi serta berkembangnya sarana penunjang pada lingkungan permukiman. Kata kunci: dampak industri; analisis spasial; PKP Abstract The location of the palm oil industry in Budong-Budong District is in an industrial area adjacent to a residential housing environment, in the 2017-2037 Mamuju Tengah Regency Spatial Plan land allotment in Budong-Budong District consists of protected areas and cultivation areas including industrial areas and residential areas. Housing and Settlement Environmental Conditions and Infrastructure in particular are very much affected by industrial areas because they are located around industrial areas. likert in order to determine the condition of the availability of infrastructure and utilities in residential areas as well as descriptive analysis based on public perceptions using a qualitative approach to determine the impact of industry on the social and economic conditions of the community. From the results of an analysis of the impact of the existence of the palm oil industry on land use around the industrial area in the Budong-Budong District, it shows that there have been significant changes in the last ten years. Meanwhile, the condition of waste, drainage and solid waste has a negative impact. The impact of industry on socio-economic conditions has had a very positive impact by increasing people's living standards, socio-economic status and the development of supporting facilities in residential areas. Keyword : industri impact; spatial analysis; PKP
Peran Perempuan Dalam Pembentukan Ruang Spiritual Permukiman Pesisir Suku Mandar di Tanangan Diniati, Wiwid; Sudaryono , Sudaryono
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i1.32648

Abstract

Permukiman pesisir masyarakat Mandar terbentuk tidak hanya oleh kebutuhan ekologis dan aktivitas perikanan, tetapi juga oleh nilai budaya serta praktik spiritual yang hidup dalam keseharian warganya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran perempuan dalam pembentukan ruang spiritual permukiman pesisir Suku Mandar di Lingkungan Tanangan. Berangkat dari keterbatasan kajian sebelumnya yang lebih banyak menempatkan perempuan dalam kerangka peran ganda domestik dan ekonomi, penelitian ini memandang perempuan sebagai aktor sosial yang berkontribusi langsung dalam membangun makna ruang. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui penelitian lapangan, menggunakan pendekatan sosiologis dan fenomenologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan mengaitkan temuan lapangan pada konsep produksi ruang, ruang bergender, lanskap spiritual, serta nilai budaya sibaliparriq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Mandar memainkan peran penting dalam membentuk ruang domestik sebagai ruang spiritual melalui praktik ritual sehari-hari, pengelolaan ruang rumah, pengaturan perilaku keluarga, serta pewarisan nilai-nilai kosmologis yang berkaitan dengan keselamatan dan keseimbangan hidup pesisir. Praktik-praktik tersebut membentuk lanskap spiritual yang tidak selalu tampak secara fisik, namun berfungsi menjaga ketahanan sosial dan rasa aman dalam kehidupan nelayan. Temuan ini menegaskan bahwa ruang spiritual permukiman pesisir merupakan hasil dari praktik sosial yang dijalankan secara berulang oleh perempuan, sehingga memperluas pemahaman tentang peran perempuan Mandar sebagai produsen ruang bermakna dalam kehidupan pesisir.