Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Serang (Puspemkab Serang) merupakan kawasan perkotaan yang berkembang pesat dan rentan terhadap banjir akibat meningkatnya limpasan permukaan saat terjadi hujan ekstrem. Sistem drainase yang ada belum mampu menampung debit puncak limpasan, sehingga sering terjadi genangan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan penambahan kolam retensi sebagai upaya mitigasi banjir di kawasan Puspemkab Serang. Data curah hujan maksimum tahunan diperoleh dari Stasiun Hujan Pipitan dan dianalisis menggunakan metode Gumbel Tipe I untuk menentukan curah hujan rencana dengan periode ulang 25 tahun. Intensitas hujan jam-jaman dihitung menggunakan metode Mononobe 5 jam sesuai dengan SNI 03-3424-1994. Analisis debit limpasan dilakukan dengan Metode Rasional berdasarkan luas daerah tangkapan sebesar 347,66 ha dan karakteristik tata guna lahan perkotaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa volume limpasan maksimum mencapai 163.539 m³ dan meningkat menjadi 212.601 m³ setelah diterapkan faktor keamanan sebesar 30%. Dengan kedalaman kolam retensi 3 meter, luas total kolam retensi yang dibutuhkan adalah sekitar 7,09 ha, yang dibagi menjadi dua kolam untuk meningkatkan efektivitas pengendalian banjir.
Copyrights © 2026