Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas daya dukung pondasi tiang bor melalui pendekatan metode analitis dan perangkat lunak, serta membandingkannya dengan hasil uji dinamis lapangan menggunakan Pile Driving Analyzer (PDA). Metode analitis yang digunakan adalah Reese & Wright (1977) dan perangkat lunak Allpile. Data penyelidikan tanah diperoleh dari proyek pembangunan Gedung Eiger Setiabudi, Bandung, berupa data lapangan SPT dan hasil pengujian laboratorium. Dimensi tiang bor yang akan di analisis berdiameter 0,5 m dan 0,6 m dengan panjang 16 meter. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai daya dukung maksimum metode Reese & Wright adalah 191,34 ton, Allpile sebesar 189,78 ton, sehingga diputuskan untuk membuat tiang bor dengan dimensi 0,6 m berkapasitas 75 ton. Pengujian tiang menggunakan PDA menghasilkan daya dukung ultimit sebesar 189,06 ton dan penurunan maksimum (DMX) sebesar 2.66 mm. Diameter 0,6 m memenuhi persyaratan faktor keamanan minimal dan dianggap aman digunakan. Hasil ini menegaskan pentingnya verifikasi desain teoritis dengan uji lapangan untuk meningkatkan akurasi perencanaan pondasi.
Copyrights © 2026