Manjemen sedasi pada pediatri memerlukan agen yang aman dengan pemulihan cepat. Ketamin dalam dosis rendah digunakan sebagai obat penenang dengan sifat analgesik dan penginduksi tidur, tetapi penggunaanya sendiri dapat menimbulkan efek samping seperti kecemasan, halusinasi, mual dan muntah. Pengurangan dosis dan penggunaannya dalam kombinasi dengan obat penenang lain dapat mengurangi efek samping dari ketamin. Ketamin sering dikombinasikan dengan midazolam atau propofol untuk meminimalkan efek samping. Namun, literatur mengenai kombinasi mana yang lebih unggul dalam hal profil pemulihan dan stabilitas hemodinamik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dan keamanan kombinasi Ketamin-Midazolam (KM) versus Ketamin-Propofol (KP) pada prosedural sedasi pediatri. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada basis data PubMed, Scopus, dan Cochrane Library hingga Desember 2025. Studi yang disertakan meliputi uji klinis, studi observasional, dan data dunia nyata yang melibatkan pasien anak. Parameter utama yang dinilai meliputi waktu pemulihan (buka mata, napas spontan), stabilitas hemodinamik (denyut jantung, saturasi oksigen), dan skor agitasi atau nyeri pascaoperasi. Empat studi telah dianalisis dalam studi ini. Hasil dari studi tersebut menunjukkan variasi. Kombinasi KM ditemukan memberikan waktu pemulihan dini yang lebih cepat pada prosedur sirkumsisi. Namun, kombinasi KP (Ketofol) menunjukkan keunggulan dalam stabilitas denyut jantung pada prosedur kedokteran gigi dan skor agitasi serta pemulihan yang lebih baik pada prosedur pasca-tonsilektomi. Baik KM maupun KP efektif untuk sedasi anak. Pemilihan kombinasi harus mempertimbangkan jenis prosedur; KM mungkin lebih unggul untuk pemulihan waktu yang sangat singkat, sementara KP memberikan profil hemodinamik dan kenyamanan pasca-prosedur yang lebih stabil pada tindakan yang lebih kompleks.
Copyrights © 2026