Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Prosedur Invasif Minimal Pada Pneumothoraks: Penggunaan Video Assisted Thoracoscopic Surgery (VATS) Adhadi, Harits Hammam; Pondang, Josafat
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.98

Abstract

Peningkatan penggunaan bedah torakoskopi berbantuan Video Assisted Thoracoscopic Surgery (VATS) sebagai alternatif yang lebih disukai daripada torakotomi dalam penatalaksanaan pneumotoraks, namun masih terbatasnya penelitian yang ada mengenai pengalaman penggunaan VATS uniportal untuk kasus pneumotoraks. Dengan pengembangan teknologi dan pendekatan invasif minimal, penelitian ini menyoroti kebutuhan akan evaluasi lebih lanjut terhadap keamanan dan efektivitas VATS uniportal dalam mengobati pneumotoraks, menyediakan bukti yang dapat mendukung penggunaannya dalam praktik klinis dengan potensi untuk memperbaiki hasil pasien, mempersingkat masa rawat inap, dan mengurangi nyeri pasca operasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas bedah torakoskopi dengan bantuan video port tunggal dalam pengobatan pneumotoraks. Penelitian ini mengusulkan penggunaan metode observasional retrospektif untuk menyelidiki pneumotoraks dalam konteks populasi pasien yang telah didiagnosis dengan Pneumotoraks Spontan Primer (PSP), Pneumotoraks Spontan Sekunder (SSP), dan pneumotoraks iatrogenik. Data akan dianalisis dari rekam medis pasien dalam rentang waktu tertentu, dengan fokus pada demografi pasien, faktor risiko, presentasi klinis, diagnosis, manajemen, serta prognosis dan komplikasi. Hasil dari penelitian ini reseksi paru invasif minimal dapat berhasil dilakukan dengan menggunakan sayatan tunggal. Berdasarkan hasil penelitian ini, bedah torakoskopi dengan bantuan video port tunggal adalah metode yang aman dan efektif untuk pengobatan pneumotoraks.
Diagnosis dan Penatalaksanaan Pneumotoraks: Tinjauan Pustaka Adhadi, Harits Hammam
Cermin Dunia Kedokteran Vol 52 No 4 (2025): Kedokteran Umum
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v52i4.1201

Abstract

Pneumothorax is the presence of air in the pleural cavity, space between visceral pleura and parietal pleura. Pneumothorax is a respiratory emergency that can be life-threatening and requires immediate treatment. Diagnosis is based on the history, physical examination and chest x-ray or CT scan. Management aims to remove air from the pleural cavity and prevent recurrence.
Perbandingan Efektivitas Ketamin-Midazolam Versus Ketaminpropofol Untuk Sedasi Prosedural Pediatrik: Sebuah Tinjauan Sistematis Adhadi, Harits Hammam; Arum, Cyntia
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32708

Abstract

Manjemen sedasi pada pediatri memerlukan agen yang aman dengan pemulihan cepat. Ketamin dalam dosis rendah digunakan sebagai obat penenang dengan sifat analgesik dan penginduksi tidur, tetapi penggunaanya sendiri dapat menimbulkan efek samping seperti kecemasan, halusinasi, mual dan muntah. Pengurangan dosis dan penggunaannya dalam kombinasi dengan obat penenang lain dapat mengurangi efek samping dari ketamin. Ketamin sering dikombinasikan dengan midazolam atau propofol untuk meminimalkan efek samping. Namun, literatur mengenai kombinasi mana yang lebih unggul dalam hal profil pemulihan dan stabilitas hemodinamik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dan keamanan kombinasi Ketamin-Midazolam (KM) versus Ketamin-Propofol (KP) pada prosedural sedasi pediatri. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada basis data PubMed, Scopus, dan Cochrane Library hingga Desember  2025. Studi yang disertakan meliputi uji klinis, studi observasional, dan data dunia nyata yang melibatkan pasien anak. Parameter utama yang dinilai meliputi waktu pemulihan (buka mata, napas spontan), stabilitas hemodinamik (denyut jantung, saturasi oksigen), dan skor agitasi atau nyeri pascaoperasi. Empat studi telah dianalisis dalam studi ini. Hasil dari studi tersebut menunjukkan variasi. Kombinasi KM ditemukan memberikan waktu pemulihan dini yang lebih cepat pada prosedur sirkumsisi. Namun, kombinasi KP (Ketofol) menunjukkan keunggulan dalam stabilitas denyut jantung pada prosedur kedokteran gigi dan skor agitasi serta pemulihan yang lebih baik pada prosedur pasca-tonsilektomi. Baik KM maupun KP efektif untuk sedasi anak. Pemilihan kombinasi harus mempertimbangkan jenis prosedur; KM mungkin lebih unggul untuk pemulihan waktu yang sangat singkat, sementara KP memberikan profil hemodinamik dan kenyamanan pasca-prosedur yang lebih stabil pada tindakan yang lebih kompleks.