Penyakit Diabetes Melitus (DM) tipe 2 yang sering disertai hipertensi meningkatkan risiko komplikasi dan penggunaan terapi kombinasi, sehingga berpotensi menimbulkan efek samping obat. Namun, penelitian terkait analisis efek samping obat menggunakan Algoritma Naranjo pada pasien DM tipe 2 dengan komplikasi hipertensi di RSUD Arifin Achmad masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola peresepan dan efek samping obat berdasarkan Algoritma Naranjo. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional periode Juni–Agustus dengan data kuesioner dan penilaian kausalitas menggunakan Algoritma Naranjo. Hasil menunjukkan terapi tunggal antidiabetes mendominasi (78,87%) dengan Metformin sebagai obat terbanyak (46,4%), sedangkan terapi hipertensi didominasi Amlodipin (28,9%). Efek samping paling sering adalah mual/muntah (46%). Berdasarkan Algoritma Naranjo, kategori probable sebesar 51% dan possible 49%. Disimpulkan bahwa sebagian besar efek samping memiliki hubungan kausal yang cukup kuat, sehingga pemantauan MESO penting untuk meningkatkan keamanan terapi.
Copyrights © 2026