Gerakan mahasiswa di Yogyakarta memiliki posisi strategis dalam sejarah dan dinamika sosial-politik Indonesia, namun kajian yang menelusuri basis epistemologis dan ideologis pola pikir gerakan tersebut masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pemikiran Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika) Tan Malaka terhadap pembentukan cara berpikir kritis, sikap ideologis, dan praksis gerakan mahasiswa di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan wawancara terbatas terhadap aktivis mahasiswa, dengan teknik pengumpulan data melalui analisis karya-karya Tan Malaka, dokumen gerakan, serta data empiris aktivitas mahasiswa, yang dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip materialisme Madilog mendorong mahasiswa memahami realitas sosial secara historis dan struktural, dialektika memperkuat kemampuan kritik terhadap relasi kuasa dan kebijakan publik, sementara logika berfungsi sebagai landasan perumusan tuntutan dan strategi gerakan yang sistematis dan rasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Madilog tetap relevan sebagai kerangka pemikiran ideologis dan metodologis yang berkontribusi signifikan dalam membentuk karakter kritis dan praksis emansipatoris gerakan mahasiswa Yogyakarta di tengah tantangan sosial-politik kontemporer.
Copyrights © 0000