Kefir merupakan produk susu fermentasi yang berperan sebagai minuman probiotik, namun mutu mikrobiologis kefir produksi skala home industry berpotensi bervariasi akibat belum optimalnya penerapan standar fermentasi, sehingga diperlukan evaluasi berbasis standar nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian mikrobiologis kefir susu sapi produksi home industry di Kabupaten Bergas terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI) 7552:2018 sebagai produk probiotik. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental laboratorik dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel berupa kefir susu sapi dari tiga home industry dianalisis menggunakan metode Total Plate Count (TPC) untuk menentukan jumlah bakteri asam laktat pada media de Man Rogosa Sharpe Agar dan khamir pada media Potato Dextrose Agar. Data diperoleh melalui pengujian laboratorium terkontrol dan dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil uji terhadap persyaratan SNI 7552:2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel kefir memiliki jumlah bakteri asam laktat dan khamir yang konsisten berada di atas batas minimum standar, dengan kisaran populasi mikroorganisme fermentatif yang tinggi dan stabil. Temuan ini menunjukkan bahwa kefir susu sapi produksi home industry di Kabupaten Bergas memenuhi persyaratan mikrobiologis SNI dan berpotensi dikembangkan sebagai produk probiotik yang aman, bermutu, dan berdaya saing.
Copyrights © 0000