Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang memerlukan strategi pencegahan dan pengelolaan yang tepat. Penelitian ini membandingkan metode K-Medoids dan K-Means dalam mengelompokkan pasien diabetes berdasarkan pola gaya hidup dan kesehatan untuk menentukan metode yang lebih optimal. Evaluasi menggunakan rasio Sw/Sb menunjukkan bahwa K-Means dengan tiga klaster memberikan hasil terbaik. Klaster 2 mencakup pasien berisiko tinggi mengalami komplikasi akibat BMI, kadar gula darah (HbA1c), dan kolesterol yang tinggi, sehingga disarankan menjaga pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, dan rutin memeriksa kesehatan. Klaster 3 lebih rentan terhadap gangguan metabolisme akibat kadar trigliserida dan kolesterol yang rendah, sehingga memerlukan asupan protein dan serat lebih tinggi serta menghindari lemak trans. Klaster 1 berisiko mengalami gangguan ginjal akibat tingginya kadar kreatinin dan urea, sehingga perlu membatasi konsumsi protein berlebihan, menjaga asupan cairan, dan rutin memantau kesehatan ginjal. Temuan ini dapat menjadi dasar perencanaan strategi perawatan yang lebih efektif bagi penderita diabetes
Copyrights © 2025