Barang bekas rumah tangga di desa sering berakhir sebagai sampah, padahal memiliki potensi untuk diolah menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi. Pelatihan pengolahan barang bekas dapat meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan kemandirian masyarakat, sekaligus mendukung ekonomi sirkular dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas masyarakat Desa Kiusili, Kecamatan Bikomi Selatan, Nusa Tenggara Timu, dalam mengolah barang bekas menjadi produk kerajinan tangan yang fungsional dan bernilai jual. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan satu hari dengan pendekatan demonstrasi dan praktik langsung. Peserta sebanyak 20 orang, mayoritas ibu rumah tangga berusia 20–50 tahun, dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan untuk mengukur pemahaman teknik dan kreativitas peserta. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menilai peningkatan keterampilan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan peserta. Tingkat pemahaman teknik kerajinan tangan meningkat dari 60% sebelum pelatihan menjadi 95% setelah pelatihan, sedangkan kemampuan membuat variasi produk meningkat dari 40% menjadi 80%. Semua peserta berhasil membuat minimal satu produk kerajinan dari barang bekas yang layak digunakan dan memiliki potensi nilai jual. Pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis dan kreativitas peserta serta menumbuhkan kesadaran akan pemanfaatan barang bekas secara produktif. Kegiatan ini menjadi dasar pemberdayaan masyarakat untuk mengembangkan usaha kerajinan lokal. Disarankan tindak lanjut berupa pelatihan lanjutan, pendampingan pemasaran, dan evaluasi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan keterampilan dan potensi ekonomi masyarakat. Kata kunci: keterampilan; kerajinan tangan; ekonomi kreatif; barang bekas; entrepreneur
Copyrights © 2026