Literasi matematis siswa sekolah dasar masih menghadapi tantangan, terutama terkait kesiapan guru dalam memastikan ketepatan konsep dan penguasaan Pedagogical Content Knowledge (PCK) saat merancang soal pembelajaran. Pemanfaatan kecerdasan buatan seperti canva AI melalui fitur magic write dan magic media menawarkan efisiensi dalam penyusunan bahan ajar, namun berpotensi menimbulkan kesalahan konsep apabila tidak disertai kontrol pedagogis yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi guru dalam memanfaatkan canva AI secara lebih bertanggung jawab melalui penguatan PCK dan penerapan strategi prompting kritis dalam penyusunan soal literasi matematis. Kegiatan dilaksanakan di SDN Mulyosari 2 Kabupaten Tulungagung dengan melibatkan lima guru kelas melalui lokakarya praktik dan pendampingan berbasis alur kerja terpadu. Proses pendampingan mencakup validasi konsep, penyusunan teks soal menggunakan magic write, pengembangan visual melalui magic media, serta penataan desain dalam satu platform (all-in-Canva). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lima guru mitra masing-masing menghasilkan satu lembar soal literasi matematis visual. Seluruh produk tersebut memenuhi kategori layak berdasarkan rubrik validitas konsep dan kesesuaian PCK yang mencakup empat indikator, yaitu ketepatan konsep, kejelasan konteks literasi, kecermatan bahasa, dan kesesuaian visual. Capaian ini menunjukkan terpenuhinya indikator keberhasilan program yang tidak hanya berfokus pada kualitas produk akhir, tetapi juga pada munculnya bukti reflektif guru dalam melakukan verifikasi mandiri terhadap luaran AI. Kegiatan ini turut mentransformasi cara pandang guru dalam memosisikan AI sebagai alat bantu pedagogis yang wajib divalidasi secara profesional. Kata kunci: Canva AI; literasi matematis; pedagogical content knowledge; prompting kritis; pengabdian kepada masyarakat
Copyrights © 2026