Bibit kelapa sawit yang berkualitas dapat terpenuhi apabila dalam proses pembibitan dilakukan pemeliharaan yang berkelanjutan. Upaya berkelanjutan tersebut salah satunya dapat diterapkan melalui pengurangan dosis pupuk anorganik dan diimbangi dengan penambahan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis pupuk NPK dan pupuk organik cair kotoran sapi terbaik, serta interaksi keduanya dalam mengoptimalkan pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery. Penelitian akan dilaksanakan di Usaha Pembibitan Kelapa Sawit, Politeknik Negeri Lampung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis NPK dengan taraf dosis 0 g, 2.5 g, dan 5 g. Faktor kedua adalah dosis pupuk organik cair (POC) kotoran sapi dengan taraf dosis 0; 100; dan 200 ml polibag-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan NPK 5 g polibag-1 sekali dalam dua minggu efektif dalam meningkatkan tinggi tanaman, diameter bonggol bibit, jumlah pelepah daun, dan tingkat kehijauan daun pada 16 minggu setelah aplikasi perlakuan pertama. Penggunan POC kotoran sapi dengan dosis 200 ml polibag-1 hanya mampu meningkatkan diameter bonggol bibit kelapa sawit. Tidak ada interaksi antara perlakuan NPK dan POC kotoran sapi.
Copyrights © 2025