Perkembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan kepulauan tidak hanya ditentukan oleh kapasitas destinasi, tetapi juga oleh dinamika mobilitas wisatawan yang membentuk distribusi kunjungan dan pemerataan manfaat ekonomi wilayah. Kawasan Lombok–Sumbawa di Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami pertumbuhan pariwisata yang signifikan, namun masih dihadapkan pada ketimpangan spasial kunjungan antarwilayah. Penelitian ini berangkat dari kesenjangan kajian yang masih terbatas dalam mengintegrasikan analisis mobilitas wisatawan domestik berbasis asal–tujuan dengan pembangunan pariwisata berkelanjutan kewilayahan. Penelitian bertujuan menganalisis pola mobilitas wisatawan nusantara, mengidentifikasi konsentrasi dan polarisasi kunjungan, serta merumuskan implikasinya terhadap keberlanjutan pembangunan pariwisata di Lombok–Sumbawa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori berbasis analisis mobilitas origin–destination dengan memanfaatkan data sekunder Badan Pusat Statistik Provinsi NTB periode 2019–2025. Teknik analisis meliputi konstruksi matriks mobilitas wisatawan, perhitungan Compound Annual Growth Rate (CAGR), serta analisis komparatif-spasial antarwilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Mataram dan Lombok Barat berperan sebagai urban tourism generator dengan tingkat produksi perjalanan tertinggi. Sementara itu, Lombok Tengah dan Lombok Barat menjadi destinasi inti dengan pertumbuhan kunjungan paling pesat, mencerminkan kuatnya destination pull effect yang diikuti spillover terbatas pada wilayah penyangga. Sebaliknya, beberapa wilayah seperti Sumbawa dan Lombok Timur menunjukkan stagnasi mobilitas dan kunjungan, menandakan adanya polarisasi pembangunan pariwisata. Studi ini menyimpulkan bahwa struktur mobilitas wisatawan di Lombok–Sumbawa masih terkonsentrasi secara spasial, sehingga berimplikasi pada ketimpangan distribusi manfaat ekonomi dan potensi tekanan daya dukung destinasi inti. Rekomendasi diarahkan pada penguatan konektivitas intra-kawasan, redistribusi investasi destinasi, serta pemerataan arus mobilitas wisatawan guna mendorong pembangunan pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025