Penyakit ginjal kronis (PGK) menimbulkan beban gejala yang signifikan bahkan sejak tahap awal, dengan sekitar 70% pasien ND-PGK mengalami kelelahan, nyeri, gangguan tidur, penurunan mobilitas, pruritus, disfungsi seksual, serta gejala somatik lain yang berdampak kuat terhadap kualitas hidup. Studi internasional terhadap lebih dari 4.000 pasien PGK stadium 3–5 menunjukkan bahwa seperempat pasien mengalami beban gejala tinggi, yang berkaitan erat dengan penurunan kualitas hidup fisik maupun mental. Beban gejala tidak terutama ditentukan oleh laju filtrasi glomerulus, melainkan oleh interaksi kompleks faktor biomedis dan psikososial seperti komorbiditas, depresi, kecemasan, dan mekanisme perseptual-kognitif yang berperan dalam gejala fisik persisten. Hal ini menegaskan bahwa penatalaksanaan PGK harus melampaui fokus pada fungsi ginjal dan mengintegrasikan pendekatan multidisiplin berbasis mekanisme untuk mengurangi beban gejala. Berbagai gejala utama seperti insomnia, depresi-kecemasan, pruritus uremik, restless legs syndrome, dan nyeri kronis memerlukan strategi terapi komprehensif yang mencakup intervensi nonfarmakologis, farmakoterapi yang disesuaikan dengan fungsi ginjal, serta pemahaman mendalam mengenai faktor biopsikososial yang memengaruhi gejala. Pendekatan ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup, menurunkan morbiditas, dan memperbaiki hasil klinis pada pasien PGK.
Copyrights © 2026