Peningkatan volume sampah di wilayah perkotaan menjadi masalah krusial yang menuntut solusi adaptif di luar pendekatan sentralistik konvensional, khususnya di kota metropolitan seperti Surabaya. Ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian melampaui kapasitas memerlukan strategi desentralisasi pengelolaan yang melibatkan partisipasi aktif warga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui program Bank Sampah dan TPS3R dalam mewujudkan kelestarian lingkungan perkotaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus di Kecamatan Jambangan, di mana data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengelola, dan dokumentasi alur residu sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi partisipasi masyarakat mampu mereduksi volume sampah yang dikirim ke TPA sebesar 35% melalui mekanisme pemilahan sampah organik dan anorganik dari sumbernya. Disimpulkan bahwa model pengelolaan berbasis komunitas tidak hanya berdampak positif pada aspek ekologis melalui pengurangan jejak karbon, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi sirkular bagi warga. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi variabel-variabel lain yang berpotensi berpengaruh.
Copyrights © 2026