Kesehatan lingkungan sekolah merupakan komponen penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, bersih, dan kondusif bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kesehatan lingkungan di SD Negeri 91 Kendari melalui wawancara, angket yang memuat 57 indikator sekolah sehat dan sekolah aman, serta observasi lapangan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk memvalidasi jawaban angket, sedangkan wawancara mendalami implementasi kebersihan, sanitasi, keamanan lingkungan, dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh 39 indikator sekolah sehat terpenuhi, sedangkan pada 18 indikator sekolah aman terdapat 17 indikator yang terpenuhi dan 1 indikator tidak diisi, yaitu ketersediaan APAR. Observasi lapangan juga tidak menemukan keberadaan APAR, sehingga indikator tersebut dinilai belum terpenuhi. Secara umum, kondisi bangunan, sanitasi, drainase, kantin, dan perilaku higienis siswa berada dalam kategori baik dan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat. Lingkungan sosial sekolah juga aman, tercermin dari tidak ditemukannya perilaku kekerasan maupun bullying, serta adanya petugas keamanan yang aktif. Temuan ini menunjukkan bahwa SD Negeri 91 Kendari telah memenuhi sebagian besar standar sekolah sehat dan sekolah aman, sehingga berpotensi menjadi model penerapan kesehatan lingkungan sekolah di Kota Kendari. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi sekolah lain dan pemerintah daerah dalam penguatan program kesehatan lingkungan sekolah
Copyrights © 2025