ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Vol. 5 No. 2 (2026): Januari 2026

Antara Kairos dan Pemuasan Instan (Instant Gratification): Teologi Penantian Perjanjian Baru di Tengah Budaya Akselerasi Digital

Eddy Suandar Simanjuntak (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Jan 2026

Abstract

Abstract: Technological developments and digital culture shape the way modern humans understand hope and fulfilment in life. Christian spirituality often loses meaning when waiting is perceived as failure, while immediately visible results are measured as success. The New Testament, however, presents a theology of waiting rooted in the concept of kairos, which is God's time and not subject to human chronological logic. This study aims to analyse and reconstruct the New Testament theology of waiting as a theological response to the culture of instant gratification. The method used is a qualitative-theological approach through biblical analysis and critical dialogue with contemporary digital culture studies. The results of the study show that theologically, the concept of kairos in the New Testament affirms that God's time is qualitative, relational, and eschatological, so that waiting is understood as a space for the formation of faith and obedience, not as a void of meaning. Conversely, the instant gratification paradigm born of digital acceleration culture has the potential to reduce the Christian understanding of time, suffering, and hope, and cause serious tension with the eschatological theology of waiting. Therefore, pastoral reconstruction through the spirituality of waiting is important as a theological response and prophetic praxis of the church to strengthen patience, perseverance, and eschatological hope in the midst of a culture of instant gratification. Abstrak: Perkembangan teknologi dan budaya digital membentuk cara manusia modern memahami harapan, dan pemenuhan hidup. Spiritualitas Kristen kerap mengalami reduksi makna ketika penantian dipersepsikan sebagai kegagalan, sementara keberhasilan diukur melalui hasil yang segera terlihat. Perjanjian Baru justru menghadirkan teologi penantian yang berakar pada konsep kairos, yakni waktu Allah dan tidak tunduk pada logika kronologis manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merekonstruksi teologi penantian Perjanjian Baru sebagai respons teologis terhadap budaya instant gratification. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-teologis melalui analisis biblika dan dialog kritis dengan kajian budaya digital kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara teologis, konsep kairos dalam Perjanjian Baru menegaskan bahwa waktu Allah bersifat kualitatif, relasional, dan eskatologis, sehingga penantian dipahami sebagai ruang pembentukan iman dan ketaatan, bukan sebagai kekosongan makna. Sebaliknya, paradigma instant gratification yang lahir dari budaya akselerasi digital berpotensi mereduksi pemahaman iman Kristen tentang waktu, penderitaan, dan pengharapan, serta menimbulkan ketegangan serius dengan teologi penantian eskatologis. Oleh karena itu, rekonstruksi pastoral melalui spiritualitas penantian menjadi penting sebagai respons teologis dan praksis profetis gereja untuk meneguhkan kesabaran, ketekunan, dan pengharapan eskatologis di tengah budaya pemuasan instan

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

eleos

Publisher

Subject

Religion Education

Description

ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen adalah jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah yang berkualitas tentang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan Nomor ISSN: 2798-9771 (Online), 2798-9860 (Print). Semua naskah melalui proses peer-review dan pemeriksaan plagiarisme. Hanya Naskah ...