Pembelajaran seni musik di tingkat menengah seringkali menghadapi tantangan dikotomi antara penguasaan teori musik yang bersifat kognitif dan keterampilan praktik instrumen yang bersifat psikomotorik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Project-Based Learning (PjBL) sebagai model pedagogis untuk menyeimbangkan kedua aspek tersebut. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis (SLR) kualitatif dengan menelusuri artikel-artikel ilmiah dari basis data Google Scholar dalam rentang 10 tahun terakhir (2015–2025). Kriteria inklusi difokuskan pada studi kasus PjBL dalam pendidikan seni musik instrumen di Indonesia. Hasil utama menunjukkan bahwa PjBL efektif menjembatani dikotomi teori-praktik melalui tugas-tugas autentik seperti aransemen lagu dan pertunjukan kelas. PjBL secara konsisten meningkatkan pemahaman teori musik karena teori diintegrasikan sebagai alat untuk memecahkan masalah praktik, bukan sebagai tujuan akhir. Selain itu, PjBL terbukti meningkatkan motivasi, kreativitas, dan kemampuan kolaborasi siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PjBL adalah model esensial yang direkomendasikan untuk menciptakan pembelajaran seni musik yang holistik dan relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026