Obesitas merupakan akumulasi lemak berlebih yang membahayakan kesehatan. Keadaan obesitas perlu ditangani dengan baik karena seseorang yang obesitas pada masa remaja akhir, 80% berpeluang mengalami obesitas pada masa dewasa. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia pada tahun 2023, prevalensi obesitas Indonesia terbilang tinggi di ASEAN dengan angka 23,4%. Mengetahui faktor determinan utama obesitas pada remaja akhir di Universitas Sebelas April Sumedang. Populasi remaja akhir di Universitas Sebelas April, responden diambil dengan teknik purposive sampling berjumlah 170 responden. Variabel independen pola makan diukur menggunakan kuesioner Semi-FFQ dan kualitas tidur menggunakan PSQI. Variabel dependen adalah obesitas dengan mengukur tinggi badan dan berat badan untuk menghitung BMI. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji univariat, uji chi-square dan uji regresi logistik dengan aplikasi SPSS untuk mengetahui variabel yang berhubungan dengan obesitas remaja akhir. Hasil penelitian dinyatakan signifikan apabila p<0,05. Pada uji chi-square, asupan karbohidrat (p=0,031) berhubungan dengan obesitas pada remaja akhir, namun tidak terdapat hubungan antara asupan lemak (p=0,190), protein (p=0,429) dan kualitas tidur (p=0,458) dengan obesitas. Pada regresi logistik, faktor asupan karbohidrat (p=0,041) menjadi faktor determinan utama. Penelitian ini menegaskan angka terjadinya obesitas pada remaja tinggi bila dibandingkan data sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara faktor asupan karbohidrat dengan terjadinya obesitas, namun tidak terdapat hubungan antara asupan lemak, protein dan kualitas tidur terhadap obesitas pada remaja akhir. Asupan karbohidrat menjadi faktor determinan utama obesitas pada remaja akhir di Universitas Sebelas April Sumedang.
Copyrights © 2026