Air minum merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus memenuhi syarat kualitas agar aman dikonsumsi. Namun, peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) belum diikuti dengan penerapan standar higiene dan sanitasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam penerapan standar higiene dan sanitasi dalam pengelolaan DAMIU di wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 5 pemilik depot, 4 konsumen, dan 1 petugas sanitarian, serta observasi langsung di lapangan. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik higiene personal pengelola depot masih rendah, ditandai dengan jarangnya penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan dan masker. Pada aspek sanitasi peralatan, sebagian besar depot hanya mencuci galon dengan air biasa tanpa sabun atau disinfektan, dan kondisi rak penyimpanan galon juga kurang terjaga kebersihannya. Sementara itu, pemahaman dan kepatuhan terhadap standar masih rendah, terlihat dari kurangnya pengetahuan pengelola mengenai aturan yang berlaku serta terbatasnya pengawasan rutin dari pihak Puskesmas. Diperlukan pengawasan yang lebih intensif, pendampingan berkelanjutan, serta peran aktif masyarakat untuk menjamin kualitas air minum yang aman dan sehat
Copyrights © 2026