Pemahaman metafora merupakan aspek penting dalam perkembangan bahasa dan kognisi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi interpretasi metafora sederhana yang digunakan oleh anak usia 5–7 tahun berdasarkan respons verbal mereka. Kajian-kajian terdahulu cenderung menitikberatkan pada hasil akhir pemahaman melalui pendekatan kuantitatif, sehingga proses interpretatif anak sering tereduksi menjadi kategori benar atau salah. Dengan demikian, kebaharuan penelitian ini terletak pada proses pemaknaan metaforis melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek terbatas. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan tiga subjek anak usia 5, 6, dan 7 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur berbasis stimulus yang terdiri dari lima kalimat metaforis sederhana dan dianalisis menggunakan analisis tematik kualitatif yang mengacu pada teori metafora konseptual, teori perkembangan kognitif anak, serta pendekatan sosiokognitif dalam pemerolehan makna. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi strategi interpretasi metafora yang berkembang seiring usia, mulai dari pemahaman literal dan berbasis ciri fisik, pemahaman analogis parsial, hingga pemahaman kontekstual. Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman metafora pada anak berkembang secara bertahap, tidak linear, dan respons verbal anak merupakan indikator penting untuk mengungkap proses kognitif dan pragmatik dalam perkembangan bahasa figuratif.
Copyrights © 2025