Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya representasi ketimpangan gender dalam relasi percintaan yang kerap direproduksi melalui teks sastra populer, termasuk lirik lagu. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis representasi kesadaran diri perempuan dalam lagu Tutur Batin karya Yura Yunita melalui perspektif kritik sastra feminisme liberal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan teknik pembacaan intensif dan interpretatif terhadap teks lirik lagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan direpresentasikan mengalami subordinasi emosional dan pembatasan otonomi dalam relasi personal yang bekerja secara simbolik dan psikologis. Namun, lirik lagu juga menampilkan proses refleksi batin yang melahirkan kesadaran diri perempuan sebagai titik balik penting dalam relasi tersebut. Kesadaran batin mendorong terbentuknya sikap emansipatif berupa penerimaan diri, penguatan harga diri, dan kemampuan menentukan arah hidup secara mandiri. Temuan ini menegaskan bahwa emansipasi perempuan dalam sastra populer tidak selalu berangkat dari perlawanan struktural, melainkan dapat bermula dari kesadaran batin sebagai fondasi awal otonomi personal.
Copyrights © 2026