Kajian ini berfokus merefleksikan makna firman Tuhan yang hidup melalui Yesaya 55:1-5 sebagai upaya tidak hanya untuk menyadarkan, tetapi turut pro aktif akan firman yang hidup tersebut kepada praktik kesadaran menjaga alam ciptaan Allah pada jemaat HKBP Tongging Ressort Kabanjahe. Berangkat dari realitas terjadinya pergeseran/degradasi lingkungan terlebih di wilayah sekitar Danau Toba yang mempengaruhi dan dirasakan oleh jemaat secara langsung akibat penggunaan dan pengelolaan yang tidak bertanggung jawab, kajian ini memberikan pemahaman bahwa firman yang hidup mendorong jemaat untuk mengasihi, merawat dan menjaga lingkungan sebagai wujud ketaatan kepada Allah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong jemaat untuk tidak hanya menjadi pendengar firman Tuhan tetapi menjadi pelaku melalui kesadaran ekologi bagi seluruh jemaat HKBP Tongging melalui pemberitaan firman dan kegiatan lainnya.
Copyrights © 2026