Penelitian ini membahas eksistensi cryptocurrency dalam sistem keuangan modern serta implikasinya terhadap efektivitas kebijakan moneter. Latar belakang penelitian didasari oleh pesatnya pertumbuhan adopsi aset kripto di Indonesia dan global, yang di satu sisi meningkatkan inklusi keuangan, namun di sisi lain menghadirkan risiko serius berupa volatilitas harga, absennya underlying asset, serta anonimitas transaksi. Fenomena ini berpotensi mendesentralisasi kontrol otoritas moneter, sehingga instrumen konvensional seperti pengaturan suku bunga, pengendalian jumlah uang beredar, dan stabilitas nilai tukar menjadi kurang efektif dalam menjaga kestabilan makroekonomi. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research). Paradigma yang digunakan adalah konstruktivis, di mana realitas sosial-ekonomi dipandang sebagai hasil konstruksi yang dapat diinterpretasikan dari berbagai perspektif. Sumber data berasal dari jurnal ilmiah bereputasi, buku akademik, laporan resmi lembaga keuangan, dan artikel ilmiah terkini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui telaah literatur yang sistematis, sedangkan analisis menggunakan kerangka ekonomi makro dengan penekanan pada teori Keynesian. Untuk menjaga keabsahan data, digunakan triangulasi sumber dengan membandingkan berbagai literatur dan perspektif akademik guna meminimalisasi bias interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi kripto secara langsung melemahkan efektivitas kebijakan moneter, karena sebagian besar aktivitas finansial berlangsung di luar sistem formal. Volatilitas harga dan anonimitas transaksi menciptakan risiko sistemik yang dapat mengganggu stabilitas keuangan nasional sekaligus memperbesar kerentanan inflasi. Pembahasan menegaskan bahwa meskipun kripto berkontribusi pada efisiensi transaksi dan inklusi keuangan, ia tetap menjadi disrupsi struktural terhadap stabilitas makroekonomi. Kesimpulannya, eksistensi cryptocurrency menuntut otoritas moneter merumuskan instrumen regulasi yang adaptif, agar manfaat inovasi digital dapat dioptimalkan tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi nasional di era keuangan modern.
Copyrights © 2026