Pemahaman terhadap struktur berpikir anak dari konkrit ke abstrak dalam membangun pengetahuan matematika penting diketahui dengan menerapkan PMR dan kelompok kecil. Penelitian ini berdesain kelompok pretes-posttes dengan subjek 198 siswa SMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan keruangan (KK) siswa PMR dan kelompok kecil lebih baik daripada siswa PMB ditinjau dari seluruh siswa dan level PAM; (2) semakin tinggi PAM siswa PMR, semakin tinggi peningkatan KKnya; (3) tidak ada interaksi antara pembelajaran dan PAM terhadap peningkatan KK.Kata Kunci: kemampuan keruangan, pembelajaran matematika realistik
Copyrights © 2011