Pemahaman konseptual yang akurat merupakan prasyarat penting dalam pembelajaran fisika, namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi pada materi listrik statis masih dominan ditemukan di tingkat SMA. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil miskonsepsi siswa secara komprehensif dengan menggunakan instrumen diagnostik berbasis Certainty of Response Index (CRI) yang memungkinkan identifikasi perbedaan antara penguasaan konsep, ketidaktahuan, dan keyakinan keliru. Subjek penelitian terdiri atas 32 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Muara Batu. Metode deskriptif kuantitatif digunakan melalui tes diagnostik 15 butir yang dilengkapi penilaian tingkat keyakinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 38,7% siswa menguasai konsep, sedangkan 30,6% mengalami miskonsepsi dengan tingkat keyakinan tinggi. Miskonsepsi tertinggi ditemukan pada submateri Hukum Coulomb dan medan listrik, terutama terkait hubungan gaya-jarak, interpretasi medan sebagai gaya listrik, serta mekanisme perpindahan muatan. Pola CRI menunjukkan bahwa sebagian besar jawaban salah disertai tingkat keyakinan tinggi, menandakan terbentuknya model mental alternatif yang stabil. Penelitian ini menegaskan perlunya strategi pembelajaran yang menitikberatkan pada konflik kognitif, simulasi interaktif, dan multi-representasi untuk mengurangi miskonsepsi secara efektif.
Copyrights © 2026