Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap muslim. TPQ sebagai lembaga pendidikan nonformal memegang peran penting dalam menanamkan kemampuan baca Al-Qur’an sejak usia dini. Namun, berdasarkan observasi awal di TPQ An-Nahdliyah Arrasyid Siak Riau, masih ditemukan anak-anak yang belum mampu membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid sehingga kualitas kemampuan baca Al-Qur’an belum merata.Tujuan penelitian: (1) Mengetahui peran TPQ dalam meningkatkan kualitas kemampuan baca Al-Qur’an pada anak. (2) Mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pembelajaran Al-Qur’an di TPQ An-Nahdliyah Arrasyid. Metode Penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan secara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan penelitian ini memfokuskan pada peran kelembagaan TPQ (manajemen, metode, supervisi, kurikulum praktik, dan kendala pembelajaran) yang belum banyak dikaji pada penelitian lain yang umumnya fokus pada efektivitas metode An-Nahdliyah. Hasil penelitian TPQ An-Nahdliyah Arrasyid telah menjalankan perannya melalui perencanaan, penggunaan metode variatif, pembinaan adab santri, serta supervisi pembelajaran. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan guru, kurangnya dorongan orang tua, dan heterogenitas kemampuan santri.
Copyrights © 2026