Tradisi tahlilan merupakan salah satu praktik keagamaan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat Muslim Indonesia, khususnya di Jawa, sebagai hasil akulturasi antara ajaran Islam dan budaya lokal. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana mendoakan orang yang telah meninggal dunia, tetapi juga memiliki peran sosial, spiritual, dan budaya dalam memperkuat solidaritas serta kohesi sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi tradisi tahlilan dalam kehidupan keagamaan sehari-hari masyarakat, serta mengidentifikasi nilai-nilai religius, sosial, dan budaya yang terkandung di dalamnya, termasuk tantangan yang dihadapi di tengah arus modernisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (literature review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan publikasi terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa tahlilan merupakan tradisi yang mengakar kuat dan berfungsi sebagai media dakwah, penguatan spiritual, sarana silaturahmi, serta dukungan sosial dan psikologis bagi masyarakat. Meskipun menghadapi perdebatan teologis dan penurunan partisipasi generasi muda akibat perubahan sosial dan modernisasi, tradisi tahlilan tetap relevan sebagai mekanisme sosial yang menjaga nilai kebersamaan, empati, dan gotong royong. Dengan demikian, tahlilan tidak hanya dipahami sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai bagian penting dari kearifan lokal yang perlu dilestarikan dalam dinamika masyarakat modern. Kata Kunci: tahlilan, tradisi keagamaan, akulturasi budaya
Copyrights © 2026