Sistem informasi aset dan inventaris pada banyak perguruan tinggi masih bergantung pada sistem legacy yang dikembangkan bertahun-tahun lalu, sehingga menghadapi berbagai permasalahan seperti keterbatasan skalabilitas, sulitnya pemeliharaan, serta rendahnya kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan institusi yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi aset dan inventaris melalui pendekatan rekayasa ulang sistem dengan menggunakan metode Prototype. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi langsung terhadap proses pengelolaan aset, serta analisis dokumen terkait. Metode Prototype diterapkan secara iteratif untuk memastikan kesesuaian sistem dengan kebutuhan pengguna serta meminimalkan kesenjangan antara rancangan dan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Prototype mampu meningkatkan efektivitas pengembangan sistem, mempercepat proses validasi kebutuhan pengguna, serta meningkatkan kemudahan pemeliharaan sistem dibandingkan sistem legacy sebelumnya. Selain itu, sistem yang dihasilkan lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan dan mendukung pengelolaan data aset secara terstruktur dan terintegrasi.Penelitian ini memberikan kontribusi berupa panduan praktis penerapan metode Prototype dalam konteks rekayasa ulang sistem informasi aset dan inventaris di perguruan tinggi, yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi pendidikan dalam meningkatkan kualitas layanan dan tata kelola aset berbasis teknologi informasi.
Copyrights © 2025