Penelitian ini mengkaji penerapan konsep arsitektur perilaku pada bangunan perpustakaan publik di Jakarta melalui pemetaan perilaku pengguna. Sebagai ruang publik, perpustakaan memiliki fungsi multifungsi, meliputi aktivitas individu seperti membaca dan belajar hingga aktivitas kelompok seperti diskusi dan presentasi. Dengan menggunakan pendekatan arsitektur perilaku, penelitian ini memetakan pola interaksi, preferensi ruang, dan kebutuhan pengguna untuk memahami bagaimana desain ruang dapat memengaruhi perilaku mereka. Studi dilakukan pada perpustakaan publik di Jakarta, termasuk Perpustakaan Jakarta, Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Goethe-Institut, dan Erasmus Huis. Elemen-elemen desain seperti tata ruang, pencahayaan, dan penataan furnitur dianalisis dalam konteks perilaku pengguna, seperti tata letak rak buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan perilaku memungkinkan terciptanya desain ruang yang lebih responsif, mendukung kenyamanan emosional, serta meningkatkan fungsi perpustakaan sebagai ruang yang inklusif dan efisien. Dengan memahami pola perilaku ini, perpustakaan dapat berperan sebagai pusat kegiatan edukasi dan sosial.
Copyrights © 2026