Penelitian respon pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery akibat pemberian urea dan POC urine sapi telah dilaksanakan di Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, dengan ketinggian tempat 20 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Mei 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan dosis urea dan dosis POC urine sapi terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq). Percobaan pada penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Sebagai perlakuan adalah A = 0 g urea + (0 ml/ l air) POC urine sapi; B = 10 g urea + (200 ml/ l air) POC urine sapi; C = 20 g urea + (150 ml/ l air) POC urine sapi; D = 30 g urea + (100 ml/ l air) POC urine sapi dan ; E = 40 g urea + (50 ml/ l air) POC urine sapi. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan sidik ragam (uji F).Data di uji lanjut dengan menggunakan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada parameter pengamatan pertambahan tinggi tanaman dan bobot segar bagian atas, kemudian berbeda nyata terhadap bobot kering bagian atas, panjang akar, bobot segar akar dan bobot kering akar, namun tidak berbeda nyata pada parameter pengamatan pertambahan jumlah daun dan diameter bonggol. Pemberian pupuk organik yang efisien pada penelitian ini yaitu dengan dosis urea 10 g + 200 ml POC urine sapi/1 liter air menunjukkan hasil terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat disarankan untuk penggunaan dosis urea 10 g + 200 ml /1air POC urine sapi.
Copyrights © 2026