Rhizosfer adalah tanah yang terdapat disekitar daerah perakaran tanaman yang dijadikan sebagai pertahanan luar suatu tanamanĀ terhadap serangan patogen yang terdapat pada akar itu sendiri, dan biasanya populasi mikroorganisme di daerah rhizosfer lebih banyak dan beragam dibandingkan dengan non-rhizosfer (Liza et al., 2015). Mikroba yang hidup pada daerah perakaran ada yang bersifat patogen dan atau ada pula yang dapat bermanfaat bagi tanaman sebagai pelindung dari infeksi yang disebabkan oleh patogen tertentu (Putra et al., 2020). Namun, hingga saat ini masih sedikit penelitian yang mengidentifikasi cendawan patogen dan non-patogen pada daerah rhizosfer tanaman yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cendawan patogen dan non-patogen asal rhizosfer mahoni dan kakao di Kelurahan Tanuntung dan Desa Karassing. Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan pada rhizosfer mahoni dan kakao di Desa Karassing dan Kelurahan Tanuntung, dapat disimpulkan bahwa genus cendawan rhizosfer yang teridentifikasi memiliki kesamaan, yaitu cendawan yang diperoleh berasal dari genus Aspergillus sp., Fusarium sp., Penicillium sp. dan Rhizopus sp., meskipun pada rhizosfer mahoni Desa Karassing diperoleh 2 isolat yang berasal dari genus Trichoderma sp. Serta secara keseluruhan, dari 40 isolat cendawan rhizosfer yang diperoleh, 22 isolat yang bersifat patogen dan 18 isolat lainnya bersifat non-patogen.
Copyrights © 2026