Petani di wilayah rawan banjir memerlukan resiliensi untuk bertahan, beradaptasi, dan pulih pascabencana. Penelitian ini menganalisis pengaruh mitigasi banjir terhadap resiliensi petani padi sawah. Metode yang digunakan adalah survei dengan kuesioner tertutup pada 150 responden yang dipilih melalui cluster random sampling. Mitigasi banjir diklasifikasikan menjadi struktural dan non-struktural, sedangkan resiliensi diukur dari kemampuan bertahan dan pemulihan serta dukungan dan adaptasi keluarga. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa mitigasi struktural dan non-struktural berpengaruh signifikan secara simultan terhadap resiliensi petani. Secara parsial, keduanya berpengaruh positif dan signifikan, dengan mitigasi non-struktural lebih dominan. Nilai R Square sebesar 0,710 menunjukkan 71% variasi resiliensi dijelaskan oleh kedua variabel. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pelatihan, peningkatan kapasitas, dan kesiapsiagaan bencana.
Copyrights © 2026