Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kesehatan reproduksi, pendidikan, dan kualitas hidup remaja. Rendahnya literasi kesehatan reproduksi merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya pernikahan dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi sebagai upaya pencegahan pernikahan dini pada remaja. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif promotif dan preventif melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang dilaksanakan secara interaktif. Sasaran kegiatan adalah remaja usia 13–18 tahun di lingkungan sekolah, dengan jumlah peserta sebanyak 42 siswa. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan, serta observasi untuk menilai keaktifan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor literasi kesehatan reproduksi dari 56,2 pada pre-test menjadi 82,4 pada post-test. Selain itu, remaja menunjukkan sikap yang lebih kritis terhadap isu pernikahan dini dan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya kesiapan fisik, mental, dan sosial sebelum menikah. Kegiatan ini membuktikan bahwa peningkatan literasi kesehatan reproduksi melalui edukasi berbasis KIE efektif sebagai strategi preventif dalam upaya pencegahan pernikahan dini pada remaja dan berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026