Kawasan Pantai Cemara di Pulau Wangi-Wangi memiliki potensi sumber daya hayati yang masih relatif tinggi. Potensi tersebut tercermin dari keberadaan ekosistem terumbu karang, ikan karang, dan perikanan tangkap. Selain berperan penting secara ekologis, ekosistem ini juga menawarkan nilai estetika yang signifikan, menjadikannya aset yang ideal untuk wisata bahari. Namun sampai saat ini pemanfaatan sumberdaya alam belum memiliki aturan terkait pembatasan pengunjung, sehingga menyebabkan degradasi ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelas kesesuaian dan kapasitas daya dukung ekowisata bahari di Pantai Cemara, Pulau Wangi-Wangi, Wakatobi, khususnya untuk aktivitas snorkeling dan diving yang dapat dimanfaatkan. Pengumpulan data berdasarkan zona rataan (reef flat) dan zona tubir (reef slope) dipilih secara purposive sampling, yaitu berdasarkan keberadaan dan representasi ekosistem terumbu karang dengan metode manta tow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori ekowisata bahari di lokasi tersebut sangat sesuai dan sesuai dengan tutupan karang hidup berkisar antara 46–76%, jenis life form dan kelimpahan ikan karang menunjang serta kecerahan perairan yang tinggi. Kapasitas daya dukung untuk kegiatan snorkeling adalah 240 orang/hari dengan luas area pemanfaatan sebesar 5,93 ha, sementara kegiatan diving memiliki luas area pemanfaatan 1,83 ha dan kapasitas yaitu 60 orang/hari. Dengan demikian, total kapasitas daya dukung untuk kedua jenis kegiatan tersebut adalah 300 orang/hari. Guna menjaga keberlanjutan terumbu karang dan wisata bahari di Pantai Cemara, perlu dilakukan pengelolaan wisata yang berkelanjutan melalui pembatasan kapasitas pengunjung, zonasi, dan regulasi ketat.
Copyrights © 2026