REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degredation) adalah suatu program yang diinisiasi untuk mengurangi CO₂ yang dihasilkan dari proses deforestasi dan degradasi hutan dengan cara konservasi hutan di negara berkembang, salah satunya Indonesia. Dalam prosesnya, REDD+ tidak hanya mengurangi CO₂ dan deforestasi, namun juga berpengaruh pada ekspor minyak kelapa sawit Indonesia karena Indonesia tidak bisa lagi dengan mudah mengkonversi hutan menjadi perkebunan sawit, seperti yang biasa dilakukan. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu REDD+, Emisi CO₂, dan deforestasi, sedangkan variabel dependennya adalah ekspor minyak kelapa sawit. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik ARDL untuk menentukan efek tertunda dari variabel terhadap variabel dependennya. Hasil pengujian ARDL menunjukkan bahwa REDD+ secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor minyak kelapa dan menjadi negatif dan signifikan pada lag pertama. Selanjutnya, hubungan emisi CO₂ yang secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor minyak kelapa sawit lalu hubungannya menjadi negatif dan signifikan. Selanjutnya terkait variabel deforestasi yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ekspor minyak kelapa sawit. Semua variabel independen secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen.
Copyrights © 2025