Lingkungan kerja lepas pantai di FPSO Marlin Natuna dihadapkan pada tingkat risiko tinggi karena penggunaan peralatan berat, sistem bertekanan, dan pola kerja yang berlangsung terus-menerus, sehingga mitra memerlukan upaya berkelanjutan untuk menjaga perilaku kerja aman di lapangan. Dalam pelaksanaannya, masih dijumpai kebiasaan kerja yang kurang memperhatikan potensi bahaya serta rendahnya kepedulian untuk saling mengingatkan ketika muncul kondisi tidak aman. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini mengusulkan program sosialisasi keselamatan dan kesehatan kerja yang dilaksanakan melalui Kuliah Kerja Nyata Mandiri. Kegiatan ini melibatkan sekitar 25 pekerja dari berbagai divisi operasional. Metode yang diterapkan meliputi pengamatan langsung di area kerja, penyampaian materi secara dialogis, diskusi terbuka, serta praktik sederhana terkait penggunaan alat pelindung diri dan pengenalan risiko kerja. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar peserta aktif terlibat dalam diskusi, menunjukkan respons positif, serta mengalami peningkatan pemahaman terhadap bahaya kerja, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, dan keberanian untuk melaporkan kondisi tidak aman. Dengan demikian, pendekatan edukatif dan partisipatif dinilai efektif dalam memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja offshore
Copyrights © 2026