Penelitian ini mengkaji implementasi teknologi fiber optik GPON untuk meningkatkan stabilitas jaringan Wi-Fi di PT Sahal Networking Solution, Sukabumi, di tengah disparitas digital rural Indonesia dengan penetrasi fiber optik hanya 8,2%. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi link power budget, performa komparatif fiber versus copper, dan validasi fusion splicing insertion loss melalui studi kasus kualitatif deskriptif selama magang lima bulan. Populasi mencakup 750 pelanggan GPON di dua kecamatan, dengan sampel purposive 20 instalasi representatif. Instrumen terdiri dari OTDR, OPM, iPerf3, observasi partisipan, dan wawancara semi-struktural, dianalisis melalui reduksi tematik dan triangulasi Miles-Huberman. Hasil menunjukkan latency turun 72% (120 ms menjadi 34 ms), throughput 952 Mbps, packet loss 0,08%, dan fusion splicing loss 0,038 dB meskipun terrain attenuation 4,2 dB/km. Kesimpulan mengonfirmasi efektivitas model hybrid PON-WiFi6 untuk ISP rural dengan churn rate reduction 24%, SLA compliance 97%, dan CAPEX efisiensi 32%, merekomendasikan migrasi bertahap GPON dengan fusion splicing training.
Copyrights © 2026