Kurangnya pengetahuan teknis dan sumber daya manusia seringkali menghambat transformasi digital di sekolah-sekolah Islam tradisional (madrasah). Masalah ini dipecahkan dengan program pendidikan yang berfokus pada perangkat Python yang mudah digunakan untuk mengorganisir madrasah. Tujuannya adalah untuk mengoordinasikan pemrograman, memungkinkan staf mengelola data, dan memanfaatkan teknologi untuk melakukan tugas yang bersifat manual dan tradisional. Studi ini menciptakan kurikulum yang dipersonalisasi dan langsung menggunakan pustaka-pustaka terkenal seperti Pandas untuk manipulasi data dan Automate the Boring Stuff untuk otomatisasi sederhana, sehingga siswa tidak perlu tahu cara membuat kode. Hal ini membuat operasional jauh lebih efisien. Staf administrasi dapat mengotomatiskan tugas-tugas seperti membuat laporan dan mencatat kehadiran, yang sebelumnya dilakukan secara manual. Peserta juga menunjukkan bahwa mereka lebih percaya diri dalam menggunakan solusi digital. Kesimpulannya, mengajarkan perangkat Python yang mudah digunakan kepada sekolah-sekolah Islam membantu mereka membuat perubahan jangka panjang yang mereka butuhkan dalam sistem digital mereka.
Copyrights © 2025